Sebut saja nama Sunami, Gridiron, Jesus Piece sampai Turnstile yang kini mulai banyak menjadi acuan para pelaku di scene hardcore. Tren ini pun turut memunculkan nama-nama baru pula di scene hardcore Indonesia, tak terkecuali di daerah seperti Kabupaten Nganjuk.
Baru-baru ini Glock, unit hardcore asal Kabupaten Nganjuk hadir dengan membawa nuansa beatdown hardcore yang kental ala Sunami dan Pain of Truth. Band yang beranggotakan Ekki (gitar), Chriscendo (vokal), Aqso (drum) dan Refany (bass) ini, memulai pergerakannya pada akhir tahun 2023 sebelum akhirnya resmi merilis single pertama mereka yang bertajuk ‘Wrecking You’ pada tanggal 7 Januari 2024 kemarin
Chriscendo (vokal) pun menceritakan awal mula bagaimana Glock terbentuk sampai bagaimana ia menghimpun personil sebelum momen perilisan single pertamanya. “Jauh sebelum rilisnya single ‘Wrecking You’ saya berbincang dengan salah seorang kawan, Bandhu dari CONSVRGE, di momen perilisan single pertama dari THERSITES (band melodic hardcore asal Nganjuk). Pada perbincangan itu Bandhu menyarankan saya untuk membentuk band atas keresahan saya yang selama ini terpendam. Dari situ, kemudian saya mulai menghimpun personil lain dengan mengajak Ekki dan
Refany. Nama Glock sendiri kami pilih atas saran dari seorang kawan yang bernama Naufal karena nama tersebut kami rasa cukup merepresentasikan genre yang kami bawa,” ujar Cen (sapaan akrab Chriscendo).
Secara musikalitas, nuansa pattern dan riff guitar beatdown hardcore ala Sunami,Gridiron dan Jesus Piece cukup kental terasa dengan tempo yang berganti dari kencang ke pelan selama berkali-kali. Distorsi gitar dengan tuning drop b dan suara snare drum yang tight dengan high tuning membuat pattern hardcore dari single ‘Wrecking You’ terasa sangat heavy.
Chriscendo juga menceritakan bagaimana akhirnya genre beatdown hardcore mereka pilih untuk mengawali pergerakannya. “Padahal awal mulanya saya ingin mengusung genre metallic hardcore dengan influenze ala Paleface Swiss dan Extortionist. Namun dalam upaya diferensiasi di ruang lingkup kami, akhrinya kami sepakat memilih sub-genre beatdown hardcore untuk memudahkan proses produksi dan menyesuaikan taste dari personil lainnya,” tambah Chriscendo.
Proses recording dari single ‘Wrecking You’ pun tak menemui banyak kendala. Semua proses rekaman selesai dalam waktu kurang dari satu hari. Ekki (gitar) juga turut menceritakan bagaimana experience dalam menjalani recording session pertamanya bersama Glock.
“Proses rekaman bisa dibilang cukup cepat di Floless Music Studio, Nganjuk dengan Aldi Tri Bayu sebagai sound engineer. Untuk pembuatan pattern drum, berhubung pada saat rekaman posisi drum masing kosong, Bandhu (drummer CONSVRGE) pun membantu kami membuat pattern selama sesi recording. Secara teknis juga tidak ada kendala signifikan meskipun ini adalah recording session pertama kami. Pengalaman yang sangat menyenangkan tentu saja!” ujar Ekki.
Setelah momen perilisan single, Glock-0358 akan fokus untuk promo single dan juga mulai memproduksi materi-materi terbaru untuk EP mereka mendatang. Hal ini juga dibernarkan oleh Refany (bass) dan Aqso (drum). “Setelah momen perilisan single ini, kami berniat untuk menjalankan showcase dan fokus memproduksi EP pertama kami. Support dari teman-teman pun cukup luar biasa ketika kami merilis single pertama. Hal ini yang kemudian menjadi pelecut kami untuk terus membuat materi- materi terbaru dan berinovasi dalam aspek lainnya,” tutup Refany dan Aqso.
Debut single Glock-0358 ‘Wrecking You’ bisa didengarkan di platform streaming music Bandcamp. Kedepan materi ini juga akan segera dirilis di berbagai platform streaming musik lainnya. Untuk berkorespondensi dengan Glock, silakan kunjungi laman Instagram mereka di @glock.0358.

Posting Komentar